Les Privat Creya Edu

5 Kesalahan Orang Tua Ketika Mendidik Anak

Kesalahan Orang Tua Ketika Mendidik Anak

 

5 Kesalahan Orang Tua Ketika Mendidik Anak – Apa jadinya jika Anda sebagai orang tua salah mendidik anak Anda? Pernahkah terlintas didalam benak ayah dan bunda ketika mengajarkan anaknya sesuatu hal yang baru dan bisa saja Anda mendidik anak dengan cara yang salah.

Usia anak-anak adalah usia yang sangat penting dalam periode kehidupan manusia. Ibarat bangunan, masa anak-anak ini adalah pondasinya. Jika kondisinya kokoh maka bangunan yang diatasnya akan dapat didirikan dengan baik, akan tetapi jika kondisinya tidak kokoh, maka sebagus apapun bangunan diatasnya akan mudah roboh. Belakangan ini banyak anak-anak yang mengalami hambatan perkembangan, seperti kemampuan motorik yang kurang matang, terlambat bicara, kurang fokus dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga yang mengalami hambatan dalam psikologis mereka seperti mudah marah urang bisa mengendalikan keinginan, terlalu manja dan mudah putus asa. Bayangkan jika mereka sudah dewasa, kira-kira apa yang akan terjadi? Sanggupkah mereka menghadapi tantangan kehidupan sebagai manusia dewasa? Untuk itulah sebisa mungkin orang tua harus memahami hal-hal yang boleh dan tidak boleh terjadi dalam pola asuh mereka. Berikut ini Creya Edu akan sharing 5 kesalahan fatal orang tua ketika mendidik atau mengasuh anak.

 

Baca juga : 4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dan Diajarkan Kepada Anak Umur 3 Tahun

 

1. Terlalu Memanjakan Anak

Kesalahan yang pertama, terlalu memanjakan. Sudah menjadi bawaan orang tua untuk sayang kepada anak, akan tetapi menyayangi dalam bentuk mengizinkan anak melakukan apapun dan menuruti apapun kemauan anak sebenarnya membuat anak memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Ia tidak tahu bagaimana rasanya menunda, saat ia ingin sesuatu maka harus terjadi. kibatnya anak akan tumbuh dengan sifat yang mudah frustasi dan menginginkan jalan instan.

Kemampuan anak untuk meunda kenikmatan menjadi rendah, atau istilahnya Delay Gratification. Dan ujung-ujungnya ini akan menghambat kehidupan sosial, emosional, bahkan kehidupan finansialnya kelak saat ia sudah dewasa. Lalu Anda berkata, “soalnya nanti kalau nggak diturutin dia sedih gimana dong”.  Kalimat seperti ini banyak muncul ketika orang tua dinasehati untuk tidak selalu menuruti maunya anak, tapi coba Anda bayangkan lagi, kalau anak Anda ngomong ke Anda “Pah Mah, aku mau nyemplung sumur nih boleh nggak?” Saya yakin 100% kalau anda tidak akan mengizinkannya. Meskipun anak Anda merengek-rengek Anda akan tetap melarangnya bukan? Ini karena bahayanya nampak di depan mata. Selanjutnya coba bayangkan, Apa yang akan terjadi jika anda selalu menuruti maunya anak?.

Artikel Terkait :  Waspada! Ternyata Hal Ini Bisa Menghancurkan Hidup Anak

2. Tidak Dapat Membagi Waktu Untuk Anak

Kesalahan kedua, tidak punya waktu untuk anak. Ya, kita semua paham bahwa mencari nafkah itu penting, mencari uang itu perlu. Tanpa uang maka kebutuhan dapur akan terhambat. Meskipun uang itu sangat penting, tapi itu bukan berarti kita boleh mengabaikan waktu untuk anak, karena masa anak-anak hanya satu kali dan tidak akan terulang. Anak yang kurang mendapatkan waktu dengan orang tuanya maka hubungan batinnya atau bondingnya akan lemah. Ini artinya keterhubungan jiwa anak dan orang tua menjadi kurang kuat. Hal ini biasanya akan terasa ketika anak sudah remaja, di mana anak-anak yang bondingnya dengan orang tua kurang saat kecil akan sulit dinasehati dan lebih mendengarkan kata-kata teman daripada orang tuanya.

Ketika kelak Anda sudah tua, apakah anda ingin anak anda sering bersama Anda? Apakah Anda ingin mereka sering telepon anda? Apakah anda ingin mereka menemani anda? Luangkan waktu dengan anak, itu akan sangat berarti untuk mereka. Banyak orang tua yang terlalu sibuk di luar dan ketika mereka mengasuh anak mereka di akhir minggu mereka terlalu mengizinkan anak karena mereka memiliki perasaan bersalah karena sudah meninggalkan anak sedemikian lamanya. Hal ini yang perlu dihindari, bahwa kita harus me-manage, mengelola pikiran dan perasaan kita, sehingga nanti ketika kita mengasuh anak tidak terlalu merasa bersalah dan mengizinkan mereka melakukan dan meminta apapun.

3. Tidak Menerapkan Peraturan Untuk Anak

Kesalahan ketiga, tidak ada peraturan yang jelas. Anak membutuhkan aturan yang jelas dari orang tuanya. Mereka butuh kepastian tentang mana perilaku yang boleh dan mana perilaku yang tidak boleh dilakukan. Banyak terjadi orang tua yang tidak konsisten dalam menerapkan suatu aturan di rumah.

Artikel Terkait :  7 Pertanda Anak Jadi Korban Bullying dan Solusi Untuk Mengatasinya

Ketidakkonsistenan ini disebabkan oleh orang tua yang masih belum tegas menerapkan peraturan ataupun ada beda pendapat antara ibu dan ayah dalam bersikap. Sebisa mungkin jika ayah bersikap ‘a’ maka ibu juga bersikap ‘a‘, begitu juga sebaliknya.

Misalkan anak tidak mau merapikan mainannya, dan ibu ingin anak merapikannya sendiri, maka ayah harus bersikap yang sama dengan ibu, jangan malah mengizinkan anak tidak merapikan mainan dan malah bertengkar dengan ibu, karena beda pendapat. Ini akan menimbulkan sikap oposisi pada anak ia akan lebih menyukai salah satu orang tuanya dan membenci orang tua yang lain. Seringkali juga pihak ketiga sangat mempengaruhi dari ketidakkonsistenan penerapan peraturan ini, misalnya nenek, kakek, paman atau tante yang tinggal serumah yang kadang memiliki cara mengasuh yang tidak sama dengan pola asuh orang tua. Solusinya adalah sepakati aturan untuk anak dan samakan penerapannya.

 

Baca juga : Tips Melatih Motorik Halus Anak Sejak Dini

 

4. Membiarkan Anak Berlarut-Larut Dengan Gadget

Kesalahan keempat, terlalu banyak mengizinkan anak main gadget. Saat kita sibuk atau kita sedang tidak mau diganggu, gadget adalah solusi jitu agar anak tidak rewel. Memberikan anak-anak gadget memang bisa membuat mereka diam dan tidak mengganggu kita lagi, tapi tahukah anda bahwa pemberian gadget pada anak perlu memperhatikan usianya. Seberapa lama dalam menggunakan dan apa konten yang boleh dan tidak boleh dilihat anak. Jika tidak terawasi dengan baik, maka gadget bisa menjadi sumber malapetaka untuk anak. Jika terlalu lama bermain gadget, matanya bisa terganggu. Ia juga akan mengalami kecanduan yang gejalanya bisa mudah marah, agresif, kurang fokus dan sebagainya. Ini belum termasuk dampak dari konten yang tidak sesuai dengan usianya. Kita semua pasti cukup sering menjumpai anak-anak yang menjadi sulit konsentrasi dan lambat perkembangan bahasanya karena orang tuanya memberikan gadget semenjak anaknya masih sangat kecil.

Artikel Terkait :  Cara Mengajarkan Berhitung Penjumlahan ke Anak Dengan Metode yang Lebih Efektif dan Menyenangkan

5. Tidak Rukun Dengen Pasangan

Kesalahan kelima atau yang terakhir disini, tidak rukun dengan pasangan. Keluarga adalah mikrosistem sedangkan masyarakat adalah makrosistem. Keberhasilan anak dalam bermasyarakat sangat terpengaruh dengan bagaimana ia terbentuk saat ia berada dalam mikrosistem nya atau ketika dalam keluarga. Didalam keluarga anak melihat peran ayah dan ibu. Secara tidak langsung, ia akan menjadikan perilaku ayah dan ibu adalah suatu peran yang akan mainkan ketika ia nanti menjadi seorang yang dewasa. Ketika ayah dan ibu tidak rukun, maka anak tidak mendapatkan figur yang baik dan ia akan mengalami kebingungan saat memerankan diri dalam masyarakat. Banyak orang dewasa yang bermasalah dengan hubungan, baik itu hubungan dengan saudaranya, dengan rekan kerja, dengan pasangannya. Karena di masa kecilnya tidak mendapatkan figur orang tua yang harmonis.

Itu adalah 5 kesalahan fatal yang dilakukan orang tua dalam mendidik anak. Semoga dengan mengenal kesalahan-kesalahan itu orang tua akan mampu mencegah dampak yang kurang baik untuk anak.

Jika Anda sebagai orang tua tidak memiliki banyak waktu untuk anak Anda. Creya Edu bisa jadi solusi untuk Anda dengan program Les Privat Calistung. Temukan pengajar yang sesuai dengan cara belajar anak Anda, dan lolos uji kompetensi pengajar untuk anak.

Daftar sekarang, kunjungi website Les Privat Calistung Creya Edu

Atau Whatsapp ke 0878 8216 4762

Daftar Isi

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Sekarang!
1
Scan the code
Halo, terima kasih telah mengunjungi website Creya Edu. Ada yang bisa kami bantu? ☺️