Les Privat Creya Edu

Mengapa Anak Suka Berbohong?

Mengapa Anak Suka Berbohong

Mengapa Anak Suka Berbohong? – Hallo! Berjumpa lagi dengan Creya Edu, pada artikel kali ini kami akan mengulas satu topik menarik yaitu mengapa anak suka berbohong. Mungkin kalian bingung sebagai orang tua mengapa anak tiba-tiba suka berbohong kepada orang tuanya. Jadi pada artikel kali ini aku akan memberitahu penyebab mengapa anak suka berbohong dan cara mengatasinya.

Berikut pembahasan lebih dalamnya.
Jadi ceritanya seperti ini aku sering mendapatkan pertanyaan dari teman-teman dari para orang tua terutama, mereka bertanya kepada aku.

‘Pa, kenapa sih ada anak yang jujur dan ada anak yang suka berbohong, dan kenapa sih anak ini suka berbohong dan sudah kita kasih tahu yang salah tetap saja berbohong dan semakin lama berbohongnya itu semakin parah, apa sih penyebabnya pa?’.

Anak berbohong itu karena proses tumbuh kembangnya. Apa yang anak alami ini yang membuat akhirnya mereka berbohong, Jadi tidak ada ya anak begitu lahir sudah bisa berbohong. Jadi sekarang begini, apa sih yang membuat anak suka berbohong? Informasi yang aku sampaikan kali ini untuk kalian para orang tua yang anaknya masih kecil ini pengetahuan bagi kalian supaya jangan sampai anak kalian berbohong, nanti bagi orang tua yang anaknya sudah besar dan anaknya terlanjur suka berbohong aku akan menjelaskan di akhir artikel kali ini, bagaimana cara membantu supaya bisa jujur kembali.

1. Meniru Perilaku Orang Tua

Alasan pertama anak berbohong adalah meniru orang tua. Jadi ceritanya seperti ini sering kali tanpa kita sadari kita sebagai orang tua mengajari anak untuk berbohong.

Contohnya, apa kah kalian pernah misalnya sedang dirumah kemudian ada bell kemudian pembantu keluar lalu pembantu masuk kembali, kemudian kalian menanya ‘siapa itu?’. Lalu pembantu menjadi ‘oh itu ada pak rt’ atau ada seseorang mencari kalian dan kalian tidak mau berjumpa dengan orang itu, apa yang kalian bilang ke pembantu kalian ‘kasih tahu saja ibu atau ayah sedang tidur atau bisa juga ibu atau ayah sedang diluar rumah.

Dan tanpa kalian sadari di samping kalian ada anak kalian dan anak kalian yang masih kecil akan melihat dan mendengar ‘Kan ibu sama ayah sedang dirumah lalu kenapa beritahu mba kalau sedang diluar rumah’. Disini anak menyerap ‘Oh jadi bisa ya seperti ini’. Anak mulai belajar sesuatu yang tidak jujur yang lebih parah lagi.

Artikel Terkait :  Pengertian Literasi, Manfaat, Tujuan, Jenis dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Kalian sedang di kamar misalkan dan kalian sedang sama anak lalu handphone ada yang menelpon kalian, kalian melihat siapa yang menelpon kalian kemudian kalian tidak ingin menjawab telepon dari orang itu, kemudian dia menelpon lagi secara terus menerus kemudian saat itu sudah menggangu kalian bilang ke anak kalian ‘Dek tolong angkat telfon ini bilang ibu atau ayah sedang diluar handphonenya tertinggal dirumah atau bisa juga ibu atau ayah sedang tidur’.

Kalian secara tidak sadar mengajari anak kalian untuk berbohong, kalau ini sering di ulang-ulang anak menyerap cara kalian berperilaku dan anak akan meniru, jadi kalian yang mengajarkan anak kalian untuk berbohong.

2. Orang Tua Bertanya Mengenai Pertanyaan Yang Sudah Di Ketahui Jawabannya

Alasan kedua kenapa kalian berbohong kalian orang tua bertanya kepada anak. Pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu kalian pertanyakan karena kalian sudah tahu jawabannya.

Contohnya, kalian sedang di dapur, anak kalian sedang main di ruang tamu, dan kalian sudah tahu dirumah tidak ada orang lain hanya kalian berdua dengan anak kalian, kemudian tiba-tiba ada suara kaca pecah dan kalian segera bergegas ke ruang tamu lalu kalian melihat itu meja kaca kalian pecah, kalian marah kemudian kalian bertanya kepada anak kalian ‘Siapa yang pecahkan meja ini?’. Ini pertanyaan yang kalian tidak perlu tanyakan. Kalian pasti sudah tahu siapa yang memecahkan meja kaca itu.

Anak yang kaget melihat kalian marah kemudian sang anak menjadi takut. Jadi sang anak akan menjawab “bukan saya”. Jadi anak terpaksa berbohong karena untuk melindungi diri. Akan lebih baik dan bijak bila kalian datang dengan lembut. Kemudian mendekati sang anak sewaktu memecahkan kaca ini dia pasti kaget dan ketakutan ini sudah satu hukuman bagi dia. Kalian dekati dia kalian peluk dia lalu kalian bertanya ‘Adek kaget ya?’ Kemudian kalian tanyakan lagi ‘Bagaimana ini ko bisa pecah?’ kemudian dia menjawab misalkan ‘Tidak sengaja waktu mengangkat apa misalkan kemudian jatuh terkena mejanya kemudian pecah’.

Disini kalian sudah mengetahui cerita yang sesungguhnya dan kalian bisa memberikan nasihat kepada anak dan paling penting kalian harus menanyakan. “Ada yang terluka atau tidak?” Ini menunjukkan pada anak satu dia berkata jujur ini sudah aman, orang tua tidak akan marah dan yang kedua saat kalian bertanya bagaimana kondisinya saat yang terjadi adalah kalian memberikan pesan kepada anak bahwa dia lebih penting dari pada meja kaca ini.

Artikel Terkait :  Cara Jitu Mendidik Anak Agar Cerdas Sejak Dini

3. Orang Tua Menghukum Anak Lebih Berat Daripada Kesalahan Si Anak

Alasan ketiga kenapa anak berbohong apabila hukuman yang mereka terima tidak sebanding dengan kesalahan dan mendapatkan hukuman yang lebih berat.

Contohnya, misalnya anak ini secara tidak sengaja memecahakan sesuatu dan sebagai orang tua kalian marah kemudian kalian menghukum anak selama satu minggu tidak boleh menonton tv atau tidak boleh memainkan handphone, apabila anak merasa hukumannya terlalu berat dan tidak sebanding apa yang mereka perbuat dan anak secara naluri atau secara otomatis akan berbohong, untuk apa? Untuk melindungi dirinya supaya tidak dapat hukuman yang berat.

Jadi ini adalah hal yang alamiah proteksi diri yang dilakukan kepada sang anak.

4. Ketidakkonsistenan Orang Tua

Alasan keempat kenapa anak berbohong karena orang tua tidak konsisten, maksudnya apa? Orang tua sudah pasti tahu kalau anak ini berbohong di awal-awal kejadiannya. Misalnya yang pertama kali atau kedua kali dan orang tua ingin tahu cerita yang sesungguhnya kemudian orang tua bilang seperti ini “Sudah bilang saja sama mamah atau papah berkata jujur saja tidak apa-apa, papah atau mamah tidak akan marah hanya mendengar saja hanya ingin tahu apa yang terjadi” Akhirnya anak ini percaya sama orang tua kemudian dia bercerita yang sesungguhnya begitu mendengar cerita anaknya kemudian orang tuanya seketika langsung marah besar.

Orang tua akan memarahi, memukul atau menghukum anak.
Disini anak belajar kalau jujur berbahaya jadi berikutnya kalau orang tua bertanya secara otomatis berbohong, kenapa? Sang anak mau melindungi diri agar tidak terjadi kejadian yang sama kalau sang anak berbuat salah. Dan kalau sudah berbohong seperti itu siapa yang harus bertanggung jawab? Tentu orang tuanya.

Dan sekarang bagaiman caranya kita membantu supaya tumbuh berkembang menjadi anak yang baik dan jujur dan tidak berbohong. Kalau anak masih kecil, sebagai orang tua aku sarankan ingat anak belajar dari contoh dan teladan orang tua jadi kita sebagai orang tua perlu memberikan teladan dan sikap perilaku jujur di depan anak.

Kemudian yang kedua adalah kita menghargai kejujuran anak mereka bercerita apa adanya kemudian kita mendengarkan dan kita tidak marahi tetapi kita berikan nasihat. Ini yang harus kita bangun budaya kebiasaan untuk jujur ini kita rubah terlebih dahulu.

Artikel Terkait :  Stunting Dan Cara Pencegahannya

Kemudian kalau anak sudah besar dan sudah mempunyai anak yang sudah berbohong caranya, kalian bisa melakukan yang pertama bicara kepada anak secara baik-baik dari hati ke hati dan jelaskan ‘Nak yang kamu lakukan ini salah, kamu perlu berkata jujur, papah dan mamah sangat menghargai bila kamu jujur’ dan kalau anak bercerita apa adanya yang kalian harus ingat adalah jangan marah kita harus konsisten.

Hypnosleep

Bagaimana kalau cara itu sudah kalian coba kemudian belum berhasil juga? Kalian bisa mencoba hypnosleep.

Kalian bisa datang ketempat hypnosleep kemudian kalian akan tahu bagaimana cara memberikan sugesti ke pikiran bawah sadar sang anak saat ia sedang tidur sehingga ia bisa berperilaku yang jujur dan baik yang seperti yang kita harapkan.

Dan sekarang bagaimana caranya kalau semuanya sudah dicoba dan katakanlah anak ini sudah berbohong sudah professional sudah mampu berbohong membuat ceritanya sendiri sampai kita mempercayainya. Kalau sudah seperti ini aku sarankan pertama jangan marahi anak, jangan memukul anak, jangan menghukum anak, dan jangan lakukan kekerasan.
Yang perlu kalian lakukan adalah bawa anak ini hypnotherapy klinis.

Apa pun yang biasanya mempunyai kebiasaan berbohong hypnotherapy bisa melakukannya karena sudah mempunyai pengalaman dalam membantu hal-hal yang seperti ini.

 

Demikian artikel mengapa anak suka berbohong. Jadi ayah dan bunda yang tidak ingin anaknya nakal dan tidak jujur ayah dan bunda harus mendidiknya dengan baik dan berperilaku baik, karena anak masih belum bisa membedakan benar dan salah, sehingga bisa mengajarkan anak untuk jujur sejak dini. Usia untuk menumbuhkan anak-anak Kebiasaan kejujuran.

Semoga artikel ini membantu orang tua yang bertanya mengapa anaknya suka berbohong, Anda juga perlu ingat bahwa Anda telah mengajari anak Anda budaya kejujuran.

Halo ayah dan bunda, ada kelas seru loh di Creya Edu untuk anak balita ayah dan bunda. Guru pengajar bisa datang ke rumah atau ke Lembaga. Dengan guru pengajar yang sudah professional di bidangnya untuk membantu membimbing anak Anda. Terutama yang sedang dalam tahap belajar membaca menulis dan berhitung.

Ikuti segera kelas les privat calistung di Creya Edu. Bonus Starter Kit dan diskon 10% untuk kelas online seluruh program! Hubungi via Whatsapp 0878-8216-4762

Daftar Isi

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Sekarang!
1
Scan the code
Halo, terima kasih telah mengunjungi website Creya Edu. Ada yang bisa kami bantu? ☺️